Tradisi Hutan Thai

dalam tradisi Lungphu Mun Bhuridatto

dan murid2 dari barat

English Deutsch Francais Thai

Ajahn Martin Piyadhammo

Ajahn Martin Piyadhammo telah menjalani hidup sebagai bhikkhu hutan di hutan Thailand selama 20 tahun dalam tradisi hutan Thai yang didirikan oleh Lungphu Mun (1870-1949). Beliau tinggal di Wat Pa Baan Tad beberapa tahun dalam bimbingan Luangta Maha Bua (1913-2011) yang disebut sebagai penerus Lungphu Mun. Ditabhiskan di Thailand di tahun 1995 sebagai bhkkhu, beliau tinggal di sana sejak saat itu, pergi tudong (berjalan sendirian menelusuri hutan2 Thailand) selama beberapa bulan setiap tahun and bermeditasi 14 jam sehari.

Ajahn Martin dilahirkan di Stuttgart pada tahun 1957. Dia bekerja di riset laboratori dalam image analysis dan artificial intelligence di Jerman sebelum akhirnya memberikan semua barang2 materi milik beliau untuk menjadi bhikkhu. Di akhir tahun 1980-an, beliau pertama kali menemukan meditasi. Pada waktu berpartisipasi dalam meditasi retreat 10-hari untuk pertama kalinya, beliau merasa tersiksa sekali untuk duduk diam dan mengamati pernafasannya. Tetapi, biarkan tersiksa, beliau tetap berjuang and berusaha keras. Di akhir retreat itu, beliau menemukan ketenangan yang luar biasa yang tidak pernah didapatkan sebelumnya. Sejak saat itu, beliau berjanji kepada dirinya sendiri untuk bermeditasi setiap hari selama 1 jam di pagi hari sebelum bekerja and 1 jam di sore hari setelah bekerja.

Di musim panas tahun 1990, beliau berpartisipasi lagi di meditasi retreat. Di akhir retreat kali ini, beliau mengalami hasil meditasi yang tidak dapat diungkapkan. Beliau dapat mengistirahatkan hatinya sepenuhnya tanpa ada gangguan kotoran batin apapun. Pengalaman yang menakjubkan ini berlangsung selama 3 hari. Pengalaman ini juga yang mendorong beliau untuk meninggalkan hidup sebagai orang biasa dan membuat keputusan drastis untuk menjadi seorang bhikkhu. Beliau berkata ketika dia teringat akan hal itu, hatinya terasa sakit sekali seperti tertusuk jarum.

Kedua pengalaman meditasi yang WOW itulah yang mendukung praktek beliau di kehidupan pertapaan. Beliau memilih untuk meninggalkan pekerjaan yang sangat bagus dengan penghasilan yang lebih dari cukup dan juga pacarnya untuk menjalankan hidup sebagai seorang samana, pertapa. Di bulan Maret tahun 1991, beliau berhenti dari pekerjaannya dan memberikan semua barang2 materinya untuk memulai hidup pertapaan. Selama 4 tahun, beliau tinggal di berbagai Theravada vihara di Inggris dan Jerman. Tetapi, beliau mendapatkan bahwa dia tidak ada cukup waktu untuk bermeditasi di tempat2 tersebut karena banyaknya aktivitas2 di vihara2 tersebut. Beliau juga merasa tidak puas dengan ajaran Dhamma yang dia dapatkan di Eropa. Tidak ada yang dapat menunjukkan jalan untuk menghentikan keserakahan dan kebencian, menurut beliau.

Setelah membaca buku “Straight from the Heart” (“Langsung dari Hati”) yang ditulis oleh meditasi master terkemuka Than Ajahn Mahā Bua, beliau sadar bahwa Than Ajahn Mahā Bua tahu dengan penuh keyakinan tentang Kebenaran Mulia. Jikalau beliau mau tahu dengan penuh keyakinan tentang Kebenaran Mulia, beliau harus menjadikan Than Ajahn Mahā Bua sebagai gurunya. Than Ajahn Mahā Bua terkenal sebagai seorang guru yang sangat keras.

Di tahun 1995, beliau berangkat ke Thailand dan tiba di Wat Pa Baan Tad, vihara tempat tinggal Than Ajahn Mahā Bua. Bhikkhu2 di Wat Pa Baan Tad harus bermeditasi sepanjang hari karena tidak banyak aktivitas2 lainnya. Setelah beliau diterima sebagai murid Than Ajahn Mahā Bua, beliau baru mengetahui bahwa Than Ajahn Mahā Bua memberikan pengecualian kepada beliau karena Than Ajahn Mahā Bua sudah tidak menerima murid dari barat lebih dari 10 tahun. Biarpun saat itu beliau masih belum mengerti bahasa Thai, beliau merasa seperti berada di rumah sendiri. Pertemuan pertama kali beliau dengan Than Ajahn Mahā Bua seperti beliau telah bertemu dengan ayah dan ibu sendiri di satu orang yaitu Than Ajahn Mahā Bua. Di bulan Desember tahun 1995, setelah menetap selama 9 bulan sebagai orang biasa di Wat Pa Baan Tad, beliau ditabhiskan sebagai Bhikkhu dan diberi nama Than Martin Piyadhammo. Than, bahasa Thai, yang berarti “Yang Terhormat” dan Piyadhammo, bahasa Pali, yang berarti “Seorang yang memiliki keyakinan sempurna dalam Dhamma.”

Lima tahun pertama hidup sebagai seorang bhikkhu, beliau tidak keluar dari Wat Pa Baan Tad sama sekali. Pengecualiannya di pagi hari sewaktu bhikkhu2 dari Wat Pa Baan Tad akan keluar ke kampung terdekat untuk pindapata. Bhikkhu2 di Wat Pa Baan Tad cuma makan satu kali sehari, yaitu di pagi hari saja. Pengecualian keduanya adalah setahun sekali, beliau harus ke kota Udon Thani untuk memperpanjang visanya untuk dapat tinggal di Thailand. Di Wat Pa Baan Tad, beliau memfokuskan dirinya untuk bermeditasi siang dan malam, sepanjang hari tanpa gangguan, dan meditasi beliau semakin baik dan semakin mendalam. Tentu saja, kehidupan beliau di Wat Pa Baan Tad tidaklah mudah sama sekali. Setiap ada rintangan atau masalah yang muncul, beliau selalu mengingatkan diri sendiri kenapa dia meninggalkan kehidupan sebagai orang bisa. Dia ber-refleksi bahwa apapun yang dia alami di kehidupan sebelum bhikkhu, semuanya hanya berakhir dengan ketidakpuasan (dukkha).

Setelah menjadi bhikkhu lebih dari 5 tahun, beliau diperbolehkan keluar dari Wat Pa Baan Tad dan beliau pergi menjalankan “tudong” (seorang diri menelusuri hutan2 Thailand untuk praktek meditasi) dua sampai lima bulan setiap tahun dan kembali ke Wat Pa Baan Tad untuk bersama dengan gurunya. Sewaktu tudong, beliau menpraktekkan meditasinya di gua2 yang jauh dari kampung2 dan susah dijangkau manusia. Beliau harus berjalan satu sampe dua jam setiap hari untuk pindapata di pagi hari ke kampung terdekat dari gua tempat beliau praktek.

Di tahun 2002, Ajahn Martin mengambil alih memberikan instruksi meditasi dan instruksi Dhamma kepada pengunjung2 dari Jerman yang berkeinginan untuk belajar meditasi dan Dhamma yang berkunjung ke Wat Pa Baan Tad. Di tahun 2007, beliau bertanggung jawab untuk mengajar semua pengunjung2 yang berbahasa Jerman dan Inggris yang berkunjung ke Wat Pa Baan Tad.

Sejak tahun 2006, atas permintaan sekelompok upasaka upasika dari dunia barat, khotbah2 Dhamma beliau telah direkam. Semua rekaman khotbah2 Dhamma beliau dalam bahasa Inggris, Jerman dan Thai ada di website ini. Khotbah2 Dhamma dari tahun 2006 sampai tahun 2017 diberikan kepada pengunjung2 di Wat Pa Baan Tad. Khotbah2 Dhamma yang baru (setelah 2017) diberikan kepada pengunjung2 dan bhikkhu2 dari dunia barat yang baru ditabhiskan di Wat Phu Khong Tong (di provinsi Nong Bua Lam Phu) dimana beliau sekarang tinggal.

Rekaman khotbah2 Dhamma di website ini belum dikoreksi atau diubah sama sekali. Oleh karena itu, tidak ada pihak manapun yang diizinkan untuk mengkoreksi atau mengubah khotbah2 Dhamma dari website ini (termasuk tidak boleh mengubah ke format lain) tanpa persetujuan tertulis dari Than Ajahn Martin Piyadhammo. Jikalau ada pertanyaan atau permintaan tentang khotbah2 Dhamma di website ini, silahkan kirim email ke th.forest.dhamma@gmail.com.